Nama : Muhamad
Galang Isnawan
NIM : 1270 9251
021
Prodi : Magister
Pendidikan Matematika
Kelas : A-2012
Ini link rekamannya pak prof:
Kurikulum
dan Masukannya
(Refleksi
10 Desember 2012)
Ass. Wr. Wb.
Belajar filsafat jika kita
intensifkan akan mampu mendatangkan banyak manfaat bagi kita dan bahkan mampu
menggetarkan dunia. Hal ini dicerminkan dari kemampuan beberapa filsuf, seperti
Prof. Dr. Marsigit, M.A. yang bisa memberikan masukan terhadap draft kurikulum
2013. Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini tidak ada yang sia-sia,
melainkan bermanfaat, minimal bagi diri kita sendirinya. Inilah sekiranya
pernyataan yang sangat bagus yang bisa saya petik dari Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Sebenarnya, sumber dari
segala sumber masalah pendidikan di negara kita ini adalah Ujian Nasional (UN).
Adanya UN mengakibatkan guru tidak melakukan pembelajaran sesuai dengan
keinginan siswa dan keinginan mereka, melainkan mengikuti keinginan para
pembuat kebijakan. Sungguh, tidak dapatlah kita mampu menerapkan pembelajaran
yang sesuai dengan kurikulum jika UN masih ada. Hal ini disebabkan karena
penilaian yang didasarkan UN hanya bisa menilai sedikit dari aspek kognitif
siswa. Sedangkan, untuk bisa hidup dalam kehidupan yang sesungguhnya siswa
tidak hanya membutuhkan aspek kognitif itu saja, melainkan semua aspek yang dia
miliki.
Di luar negeri bahkan
kurikulum yang digunakan adalah kurikulum berdasarkan satuan pembelajaran.
Kurikulum yang mereka gunakan harus disesuaikan dengan keinginan siswa. Mengenai pembelajaran apa yang
siswa inginkan, mengenai pembelajaran seperti apa yang siswa inginkan, dan
sebagainya. Intinya, kurikulumnya berubah-ubah dalam tingkat satuan
pembelajaran sesuai dengan keinginan siswa. Akan tetapi, sungguh di negara ini
pelaksanaan kurikulum yang seperti itu akan sulit dilakukan karena yang membuat
kurikulum adalah para pejabat-pejabat dan profesor-profesor yang notabenenya kurang
begitu mengerti dengan hakekat pendidikan, khusunya pembelajaran yang kesemua
mereka itu melakukan penilaian hanya berdasarkan nilai akhir atau nilai UN.
Life skill itulah
sekiranya yang dibutuhkan oleh siswa untuk bisa benar-benar hidup di tengah
masyarakat. Life skill inilah yang menjadi perhatian Prof. Dr. Marsigit, M.A.
dalam masukan yang diberikan beliau. Seperti yang kita ketahui, like skill dihapus
dalam kurikulum 2013. Dan sungguh ini sangat berkontradiksi dengan kebutuhan
siswa. Subhanallah. Tidak ada yang buruk dengan perubahan kurikulum ini selama
pelaksanaannya sesuai dengan teori yang ada. Akan tetapi, bagaimana bisa teori
diterapkan secara keseluruhan jika UN masih tetap ada.
Tidak ada solusi yang terbaik
terhadap permasalahan pendidikan kita, termasuk pembelajaran di kelas jika UN
masih tetap ada. Sungguh, pelaksanaan UN adalah sumber dari segala sumber masalah
pendidikan kita. Dan semoga suatu saat
UN dihapus dan penilain lebih memperhatikan penilaian yang komprehensif. Amin.
Was. Wr. Wb.