Kamis, 13 Desember 2012

Refleksi Beserta Rekaman (10 Desember 2012)


Nama : Muhamad Galang Isnawan
NIM    : 1270 9251 021
Prodi  : Magister Pendidikan Matematika
Kelas  : A-2012

Ini link rekamannya pak prof:
http://www.ziddu.com/download/21111596/Prof.Marsigit4.rar.html

Kurikulum dan Masukannya
(Refleksi 10 Desember 2012)
Ass. Wr. Wb.
Belajar filsafat jika kita intensifkan akan mampu mendatangkan banyak manfaat bagi kita dan bahkan mampu menggetarkan dunia. Hal ini dicerminkan dari kemampuan beberapa filsuf, seperti Prof. Dr. Marsigit, M.A. yang bisa memberikan masukan terhadap draft kurikulum 2013. Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini tidak ada yang sia-sia, melainkan bermanfaat, minimal bagi diri kita sendirinya. Inilah sekiranya pernyataan yang sangat bagus yang bisa saya petik dari Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Sebenarnya, sumber dari segala sumber masalah pendidikan di negara kita ini adalah Ujian Nasional (UN). Adanya UN mengakibatkan guru tidak melakukan pembelajaran sesuai dengan keinginan siswa dan keinginan mereka, melainkan mengikuti keinginan para pembuat kebijakan. Sungguh, tidak dapatlah kita mampu menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum jika UN masih ada. Hal ini disebabkan karena penilaian yang didasarkan UN hanya bisa menilai sedikit dari aspek kognitif siswa. Sedangkan, untuk bisa hidup dalam kehidupan yang sesungguhnya siswa tidak hanya membutuhkan aspek kognitif itu saja, melainkan semua aspek yang dia miliki.
Di luar negeri bahkan kurikulum yang digunakan adalah kurikulum berdasarkan satuan pembelajaran. Kurikulum yang mereka gunakan harus disesuaikan dengan  keinginan siswa. Mengenai pembelajaran apa yang siswa inginkan, mengenai pembelajaran seperti apa yang siswa inginkan, dan sebagainya. Intinya, kurikulumnya berubah-ubah dalam tingkat satuan pembelajaran sesuai dengan keinginan siswa. Akan tetapi, sungguh di negara ini pelaksanaan kurikulum yang seperti itu akan sulit dilakukan karena yang membuat kurikulum adalah para pejabat-pejabat dan profesor-profesor yang notabenenya kurang begitu mengerti dengan hakekat pendidikan, khusunya pembelajaran yang kesemua mereka itu melakukan penilaian hanya berdasarkan nilai akhir atau nilai UN.
Life skill itulah sekiranya yang dibutuhkan oleh siswa untuk bisa benar-benar hidup di tengah masyarakat. Life skill inilah yang menjadi perhatian Prof. Dr. Marsigit, M.A. dalam masukan yang diberikan beliau. Seperti yang kita ketahui, like skill dihapus dalam kurikulum 2013. Dan sungguh ini sangat berkontradiksi dengan kebutuhan siswa. Subhanallah. Tidak ada yang buruk dengan perubahan kurikulum ini selama pelaksanaannya sesuai dengan teori yang ada. Akan tetapi, bagaimana bisa teori diterapkan secara keseluruhan jika UN masih tetap ada.
Tidak ada solusi yang terbaik terhadap permasalahan pendidikan kita, termasuk pembelajaran di kelas jika UN masih tetap ada. Sungguh, pelaksanaan UN adalah sumber dari segala sumber masalah pendidikan kita.  Dan semoga suatu saat UN dihapus dan penilain lebih memperhatikan penilaian yang komprehensif. Amin.
Was. Wr. Wb.